Sabtu, 21 Januari 2012

Larangan berjabat tangan


Larangan berjabat tangan

Seorang lelaki Inggris bertanya kepada seorang Syaikh: "Mengapa perempuan Islam dilarang berjabat tangan dengan lelaki selain yang namanya muhrim?"

Syaikh pun balik bertanya: "Apa anda bisa berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?"
Lelaki itu menjawab: "Tentu saja tidak, Ratu kami bukan orang sembarangan, beliau hanya berjabat tangan dengan orang tertentu saja."
Syaikh pun tersenyum seraya berkata: "Demikian pula dalam Islam. Muslimah kami adalah Ratu, bukan orang sembarangan. Hnya orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan mereka."
Demikianlah, betapa Islam sangat menghargai kehormatan seorang wanita muslimah. Bukan untuk menyulitkan tapi untuk menjaga dan melindunginya semata. Selain merupakan penjagaan bagi seorang muslimah dari perbuatan jahil (orang-orang yang berbuat jahil), larangan berjabat tangan itu sendiri bertujuan untuk menjaga hati. Hati sang pria maupun wanita. Karena, melalui jabat tangan bisa saja terjadi sengatan-sengatan kecil yang akhirnya mengotori bahkan merusak hati. Rusak disini tentunya bukan rusak secara fisik seperti Liver, Hepatitis, dan sejenisnya. Melainkan penyakit yang datang sebagai sebuah wujud abstrak penyakit ruhiyah akibat melanggar larangan-Nya.
Rasulullah saw sendiri pernah bersabda yang diiriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar r.a, ia berkata, “Lebih baik kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya,” (Hasan, HR ath-Thabrani dalam al-Kabir (174).
Nah loh!,,,sampai segitunya larangan berjabat tangan ini. Sampai-sampai lebih baik ditusuk jarum besi (dalam riwayat lain ada yang menyebutkan besi yang panas) ketimbang menyentuh seorang wanita yang tidak halal. Nah, kalo kamu pilih mana? menyentuh wanita yang bukan mahram dan ditusuk besi, atau tidak menyentuhnya dan tidak ditusuk besi??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar